Digitalisasi UKM

 

Digitalisasi UKM


          Menstransformasikan bisnis skala konvensional ke digital memang harus dilakukan oleh para pengusaha, karena kita memasuki era yang baru yaitu era digital. Pengusaha UMKM terpaksa gulung tikar lebih pagi karena tidak tepatnya pandangan tantangan dimasa yang akan datang. Karena ketidak tahuan tentang sosial media (online). Apalagi disaat pandemi Virus Covid - 19 ditahun ini yang melumpuhkan sebagian banyak para UMKM tanah air. Pandemi berefek sangat signifikan karena polse – polse pemerintah yang menganjurkan para pembeli atau kosumen tidak datang langsung ke tempat usaha. Ditempat usaha seperti rumah makan pelanggan tidak diperkenankan untuk makan di tempat. Padahal rumah makan semakin ramai, semakin berjubel bisa diartikan semakin berhasil rumah makan tersebut. Tentu hal seperti pandemi ini para pengusaha UMKM seharusnya merasa lebih tertantang dengan masalah baru, yang datang kepada mereka.

          Digital Marketing terpaksa harus dan wajib untuk dilakukan para pejalan UMKM demi mengubah kelesuan mejadi keceriaan. Dalam dunia bisnis, siapa  yang selalu berinovasi akan menguasai isi pasar bahkan menguasai pagar - pagar di luar pasar. Maksudnya seorang pebisnis berfikir jangka panjang. 

Mengubah persepsi masalah menjadi sebuah tantangan adalah kata - kata yang tepat untuk menjadi seorang pengusaha sejati. Sedangkan jika dari kata - kata pujangga cinta adalah “sedia payung sebelum hujan tangis menujam hati ”. Ada banyak hal dan cara agar bisnis kita tetap survive di keadaan yang sulit ini. Salah satu hal agar bisnis tetap berjalan walau secara fisik sepi ditempat usaha tetapi orderan datang terus adalah memanfaatkan media internet (online). Menjadi pengusaha harus mengerti, dan paham tentang digital UMKM. Semua para pejalan UMKM harus menjadi organisme dan masuk dalam ekosistem digital. 

Lantas bagaimana agar bisnis tetap jalan dan dapur tetap ngebul lewat ekosistem digital? Berikut ulasan yang akan kami jabarkan buat kalian sobat literasi :


Gambar 1 : Bisnis UKM Bakso dan Sosis Bakar dengan media WhatApp


Gambar 2 : Bakso Bakar


1.   Digital Rebranding

 

Membuat branding merupakan hal pertama sebelum masuk dalam dunia Digital Marketing. Bukan hanya di pasar konvensinal di media sosial juga harus mempunyai brand, karena penamaan adalah modal vital agar kita mempunyai ciri khas yang dimiliki di media sosial. Kita dapat memanfaat kan berbagai media sosial, dengan membuat akun media sosial seperti facebook, instagram bahkan hampir semua media sosial di lengkapi dengan fitur jual beli. Platform yang menyediakan tempat khusus jual dan beli juga sudah sangat banyak. Dari berbagai platform - platfrom media tersebuat kita dapat memperkenalkan produk kita pada para pengguna media sosial.

 

2.     Make Connection 

  

Make Connection atau membuat jejaring adalah proritas pertama sebuah bisnis baru agar cepat berjalan karena kita akan mempunyai networking yang luas. Dari hanya mempunyai satu teman saja di media sosial misal whatsapp, bisa saja produk kita dapat merambah ke temannya yang lain. Maka otomatis kita akan mempunyai pasar digital yang terkoneksi sendiri. Orang jawa biasanya menamainya dengan kata “Gethuk Tular”. Semakin kita mempunyai banyak teman semakin kita mudah untuk mendapatkan rizki. Walaupun hanya dengan mempunyai sosial media WhatsApp yang dapat mengirimkan informasinya super cepat menyebar lebih dari kereta cepat di jepang dan yang kecepatannya sefrekuensi cahaya, saya kira mempunyai aplikasi ini adalah hal yang sangat wajar di miliki semua orang. Pengguna aplikasi

WhatsApp di Indonesia sekitar 83 % dari semua pengguna layanan internet. Jadi menggunakan aplikasi WhatsApp untuk digital marketing pemula adalah pilihan yang tepat karena penggunaan nya mudah dan hampir semua orang mempunyai aplikasi ini. Selain itu biasanya orang – orang menggunakan aplikasi WhatsApp untuk memasarkan produk kepada orang – orang dekat yaitu teman se - RT, teman sepermainan, teman sekolah ataupun teman sekantor. Efektifitas promosi dan pemasaran menggunakan media WhatsApp sangat menjanjikan karena kita dapat menjual produk dengan teman – teman sekitar, menurunkan nilai ongkos kirim karena pasarnya adalah orang – orang dilingkungan kita sendiri, serta dapat mempererat tali asih pertemanan.

 

3.   Mitra Influencer

Siapa pun yang mempunyai akun media sosial dapat menjadi influencer. Influencer secara umum adalah orang yang dapat mempengaruhi konsumen. Jika kita ulas dengan kata – kata indah Influencer seperti dewa bagi para pengikutnya.  Kenapa bisa diartikan seperti itu, karena tingkah laku si influencer ini di tiru oleh para pengikut mereka. Misal si influencer ini memakai produk merek “A” dapat dipastikan para pengikut mereka akan ikut memakai produk merek “A” yang digunakan oleh si influencer tersebut. Walaupun mereka (influencer) belum pernah masuk dapat lingkaran televisi nasional tetapi biasanya infulencer mempunyai lebih banyak pengikut (follower) yang lebih banyak dari para artis. Pasar kita yang baru di sosial media adalah dari para pengikut pengikut di sosial media mereka (influencer).


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »