Puisi Manusia Biasa | Wakhit Nur Ananda

 


Manusia Biasa

Oleh : Wakhit Nur Ananda


Setelah ada hari-hari penting

Masih ada hari bahagia lainnya

Aku bukan bupati gubernur atau presiden

Yang datangnya disambut dombyeng-dombyeng

Aku bukan seorang pemimpin seperti dirimu

Yang setiap malam harus bermimpi kesejahteraan rakyatnya

Aku juga tidak akan seperti dirimu 

Setiap tingkah laku kebaiakan terpampang dikoran


Hai pemrakarsa pengantin pembangunan

Kau menjadi titik besar roll model 

Jurus apa yang harus ku pelajari untuk menjadi macan podium seperti mu

Harus pergi ke pasar mana

Agar aku punya payung hitam sukar panas dan hujan

Harus pergi ke showroom yang mana

Agar aku juga punya mobil mercedes benz anti lampu merah

Apa aku harus punya Bapak yang bagaimana?


Tetapi kekasih disegala kebesaran dirimu

Kau harus mendengar pesan ku

Di suatu sore berteman senja yang beratap mega

Tuhan sendiri yang akan memberitahu bahwa sebenarnya kau kecil

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 comments:

comments