Kebodohan Kedua
Oleh : Wakhit Nur Ananda
Aku tunggu selaras diri mu di taman celosia
Di bawah pohon trembesi
Duduk dikursi warna merah dipinggir jalan permadi
Penungguan ku di sambut hujan janji palsu dari mu
Deras menujam inti layer relung hati
Ku relakan diri ini
Terpanah kilatan cahaya petir
Dicerca suara bising guntur
Waktu sudah aku lalap habis
Kau tak datang jua kekasih
Terdengar dari jauh
Teman baru angin malam sudah datang
Tubuh ku dihempaskan ke tanah
Dan tak sengaja menelan kesedihan dari mu
Aku putuskan untuk pulang ke gua kembali
Untuk melanjutkan kebodohan esok menunggu dirimu lagi
